Rabu, 30 November 2011

ROCK CLIMBING

               Rock climbing pada dasarnya adalah teknik memanjat tebing dengan memanfaatkan cacat batuan, baik tonjolan maupun rekahan. kegiatan ini memerlukan penguasaan teknik mendaki yang khusus dan peralatan mendukung yang memadai. Kemampuan untuk mencengkram dari tangan, menjejal dan menjajak dari kaki adalah mutlak diperlukan juga pemusatan berat tubuh dan keseimbangan menjadi hal yang penting pula.

Disamping itu, penguasaan penggunaan alat adalah hal yang tidak bisa ditinggalkan. Peralatan pendukung diperlukan ketika melakukan pemanjatan pada tebing-tebing yang sudah tidak mungkin lagi ditempuh tanpa peralatan (mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi) atau dianggap terlalu berbahaya apabila ditempuh dengan tidak menggunakan peralatan. Untuk menjadi seorang pemanjat yang baik,diperlukan beberapa persyaratan  yaitu antara lain; sikap mental, pengetahuan dan ketrampilan, kondisi fisik yang prima dan etika.

Dalam mencapai hasil yang terbaik dalam kegiatan ini, diperlukan persiapan yang matang dalam hal fisik maupun mental serta persiapan lain yang mendukung kegiatan ini.



PERLENGKAPAN ROCK CLIMBING

Perlengkapan dalam kegiatan rock climbing ini dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Perlengkapan Pribadi
a. Sepatu
Sepatu merupakan peralatan dasar pertama yang harus dimiliki seorang pemanjat. Keutamaan sepatu adalah pada karet solnya yang ampuh untuk mencengkram tebing. Sepatu ini mempunyai ciri khusus yaitu pada solnya yaitu kelenturan karet sol sepatunya yang mengikuti bentuk permukaan tebing yang tidak beraturan. Keseimbangan sol pada sepatu ini yaitu bila mendapat tekanan yang memanjang (mengikuti arah jari kaki) sol itu akan lentur, sesuai dengan gerak telapak kaki. Tetapi kalau mendapat tekanan yang melebar sol itu akan kaku dan keras. Namun, sepatu belum tentu cocok dengan kondisi tebingnya. Tidak semua tebing mempunyai karakteristik yang sama Sepatu panjat mempunyai 3 jenis sol karet yaitu,Hardsoftmedium.
Untuk memanjat tebing yang bercelah lebar (wide crack) seperti di big wall, sepatu panjat yang tinggi hingga menutupi mata kaki lebih sesuai dan memiliki sol yang keras (hard sole) serta efektif untuk memanjat celah yang lebar. Untuk tebing-tebing vertikal dan mulus, membutuhkan sol sepatu yang lembut agar ujung-ujung kaki dapat merasakan pijakan batu tebing.
b. Pakaian
Pakaian harus dapat melindungi si pemakai dari gangguan medan dan cuaca. Yang meliputi pakaian untuk kepala, badan, kaki, dan tangan.
c. Perlengkapan Tambahan
Meliputi  perlengkapan untuk tidur/menginap, bekal makanan/minuman, perlengkapan memasak, obat-obatan dan lain-lain.
2. Perlengkapan Teknis
a.  Tali (Rope)
Tali yang dipergunakan dalam pendakian (Climbing Rope) sebaiknya bersifat fleksibel, elastis dan tahan lama terhadap beban yang berat. Diameter tali berkisar 11, 10, dan 9 mm. kemampuan menahan beban berkisar antara 3000-6000pounds (lbs). Bahan yang dipergunakan umumnya nylon. Dalam kegiatan pecinta alam ada dua macam tali yang biasa dipakai, yaitu :

*        Kernmantle
Tali ini mempunyai 2 bagian, bagian inti (Kern) dan lapisan yang menyelimutinya (Mantle). Berdasarkan elastisitas kelenturannya, tali kernmantle ada 3 jenis, yaitu:
Kernmantle static
Ø      Bagian dalam tidak dianyam, bagian luarnya dianyam rapat sehingga daya elongasi tidak begitu tinggi antara 3-5 %, apabila terkena beban    normal.
Ø      Cenderung kaku
Ø      Diameter 9-10 mm
Ø      Biasa digunakan untuk caving vertical
Ø      Biasanya berwarnakan putih , dimaksudkan untuk mudah terlihat dalam kegelapan
#  Kernmantle Dynamic
Ø      Bagian intinya dianyam, bagian luarnya dianyam cukup renggang sehingga daya elongasi/lenturnya yang dipunyai cukup tinggi,berkisar 5-20 % apabila terkena beban normal. Sehingga dalam menahan jatuh dapat menyerapimpact force/tenaga yang cukup tinggi.
Ø      Diameter 8, 9 mm atau 10,5 mm
Ø      Biasa digunakan untuk panjat tebing
Ø      Berwarna terang atau mencolok
#  Semi static dan dynamic
Ø      Bagian luarnya tidak dianyam dengan rapat tapi bagian dalamnya lurus sehingga
Ø      daya lenturnya rendah tetapi cukup mudah untuk membuat simpul
Ø      Biasanya digunakan untuk rescue agar korban tidak mengalami banyak guncangan

Kelebihan dari tali kernmantleTidak berat, elastis, kekuatan lebih besar dibanding Hawser Laid.
Kelemahan dari tali kernmantleSulit/ tidak dapat langsung dilihat apabila mengalami keausan karena terbungkus mantelnya
Dalam rock climbing, tali digunakan sebagai pengaman dalam pendakian, kecuali apabila menemui lintasan yang sulit untuk dilalui (misal over hang), kita sepenuhnya bergantung pada tali.
*        Hawser Laid
Tali ini dibuat dari hasil pilinan 3 bagian.yang masing-masing juga
dibuat dari hasil pilinan.tali ini mempunyai beberapa kelebihan, antara lain :
Ø      Tahan terhadap abrasi.
Ø      Mempunyai daya lentur yang tinggi (40%).
Ø      Dalam keadaan darurat, tali dapat diurai menjadi 3 bagian yang masing-masing terpilin, lalu disambung-sambung sehingga mendapatkan tali yang 3 kali lebih panjang.
Sedangkan kelemahan tali ini adalah :
Ø      Cenderung menjadi kaku jika sudah banyak dipakai, sehingga agak sukar membuat simpul.
Ø      Cenderung melintir jika dipakai untuk rappelling/abseiling.
Ø      Debu dan kerikil yang mudah melekat pada tali ini mengakibatkan kerusakan pada tali bantu yang lain.
b.  Helmet
Terbuat dari bahan yang ringan namun kuat untuk menahan benda-benda yang tajam (bagian luar). Sementara di bagian dalam terdapat lapisan yang berguna untuk menahan benturan langsung dengan bagian luar, selain itu dilengkapi dengan tali pengikat di dagu. Berfungsi sebagai pelindung kepala dari jatuhan batu atau benturan tebing.
c.  Harness
Tali pengaman tubuh yang berfungsi sebagi sabuk pengaman. Ada dua macam harness yaitu:
# Sit Harness
Sabuk pengaman yang dililitkan pada pinggang sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai pengaman. Jika kita menggunakan sit harness dan dalam pendakian kita jatuh, posisi kaki kita kemungkinan di atas, dan kemungkinan kita lolos/lepas dari harness bisa terjadi.
# Full Body Harness
Ini lebih aman di banding sit harnessBila kita jatuh, posisi kaki kita akan tetap di bawah.
d.   Webbing
Alat disebut webbing (pita) karena bentuknya pipih lebar seperti pita. Fungsi utama webbing  adalah menghubungkan pengaman sisip pada celah tebing dengan tali yang disimpul pada harness pemanjat. Webbing sering pula digunakan untuk menghubungkan berbagai peralatan panjat dengan mengikatnya satu sama lain menggunakan carabiner, misalnya menghubungkan harnessdengan jumar.
e.     Carabiner
Carabiner adalah sebuah cincin yang berbentuk oval atau D dan mempunyai‘gate’ yang berfungsi sebagai penghubung antara tali dengan carabinerBiasanya terbuat dari alumunium alloy dan mempunyai kekuatan antara 1500-3500 kg. Ada  dua jenis carabiner yaitu, non-screw gate dan screw gateCarabiner merupakan salah satu alat yang terpenting dalam memanjat tebing. Carabiner yang baik dan aman harus mampu menahan beban 2200 kg (pintu tertutup) atau 1200 kg (pintu terbuka) dengan posisi poros yang panjang utama dan harus menahan beban berat 600 kg pada poros yang pendek.
f.   Sling dan Runner
Sling biasa terbuat dari nylon, dibuat dari tubular webbing dan terdiri dari 3 tipe:
Standar, panjang 10 feet lebar 1 inchi dibentuk menjadi sebuah loop dan dihubungkan dengan simpul.
Prusik Sling, dibuat dari bahan gold line 0,25 inchi atau nylon 3/8 inchi.
Hero Loop, sling pendek dari nylon, panjangnya antara 20-27 inchi.
Sling biasa digunakan untuk menghubungkan pengaman yang menempel ditebing dengan tali. Pengaitnya menggunakan carabiner. Cara paling sederhana membuat sling adalah dengan menggunakan webbing yang dibuat loop. Kedua ujung sling yang diberi carabiner disebut runner dan berfungsi sebagai penambat tali.
g.  Chock
Chock terdiri dari sebuah sling atau kawat baja yang dikaitkan pada semacam bandul logam berfungsi sebagai pasak dan sling sebagai penghubung. Berdasarkan jenisnya, chock mempunyai 2 bentuk yaitu stopper dan hexentrix.Ujung bagian chock stopper berbentuk segi empat sedangkan hexentrix berbentuk segi enam. Masing-masing mempunyai fungsi tergantung pada celah tebingnya dan sebagai pengaman.
h.  Cam Unit /Friend
Pengaman sisip ini berbentuk seperti setengah lingkaran roda bergerigi yang memiliki tangkai. Cara menggunakan friend hampir sama dengan pengamanchock yaitu diselipkan pada celah tebing. Roda-roda yang bergerigi dengan fleksibilitas pegasnya akan mendorong sisi-sisi tebing sehingga akan menghasilkan daya cengkram friend. Friend terdiri atas dua jenis rigid danflexible. Pada friend jenis rigid, tangkainya berupa batangan logam yang kaku, tidak tepat penggunaannya dicelah tebing. Pada friend jebis fleksibel, tangkainya dari kawat besi sehingga lebih dinamis dan dapat digunakan untuk segala macam celah tebing.
 i.    Phiton
Phiton atau paku tebing merupakan pengaman yang paling klasik. Melihat jenisnya ada 2 jenis phiton yang masing-masing mempunyai ukuran bervariasi.Phiton jenis blade berbentuk pipih menyerupai pisau. Jenis ini efektif untuk celah-celah sempit. Phiton jenis angle digunakan untuk celah yang lebih besar. Cara menggunakan phiton adalah dengan menyelipkannya pada celah tebing dan memukul-mukul phiton dengan hammer seperti paku.
  j.  Jummar (ascender)
Suatu alat bantu untuk naik yang dipasang pada tali digunakan untuk teknikascending. Cara kerjanya adalah ketika beban bertumpu pada ascender, maka tali akan terjepit padanya, dan ketika beban tidak bertumpu pada ascender maka akan mudah digerakan ke atas. Kelemahannya cenderung merusak tali, karena penjepitnya (camp) yang berbentuk paku-paku tajam mencengkram tali dengan dalam. Bila tidak ada alat ini bisa diganti dengan prusik dengan cara dililitkan pada tali (prusik knot).
 k. Alat Belay (Descender & Grigri)
Alat belay mempunyai fungsi utama untuk melakukan teknik belay. Beberapa alat belay mempunyai funsi ganda sebagai alat rappelling, misalnya descender (figure of eight). Sebagai alat belay, descender merupakan alat paling favorit karena mempunyai prinsip kerja yang sederhana dan mudah di gunakan. Selaindescendergrigri dapat digunakan untuk teknik belay alat ini bekerja otomatis saat melakukan belay, mengunci sendiri ketika dibebani.
 l.  Prussik
Tali kermantle yang berdiameter kecil (0,5-0,6) atau bisa diganti dengan talinylon yang dihubungkan dengan fisherman knot sehingga menjadi sebuah loop. Fungsi prussik sangat banyak sehingga dalam setiap pemanjatan tebing alat ini harus selalu dibawa. Sifatnya statis.
m. Hammer/Palu
Dipakai untuk menancapkan piton/paku tebing ke dalam celah. Mempunyai bentuk yang khas yaitu bagian yang untuk menancapkan piton lebar dan cukup sebaliknya di sisi lain haruslah runcing (baji). Di bagian baji ini hendaknya ada bagian untuk mencongkel piton. Antara palu dan tangkainya haruslah menjadi satu dan di bagian tangkainya hendaknya ada lubang kecil sebagai untuk mengikat palu.
n. Stirr up/tangga tali
Ada dua jenis yaitu, metal stirr up yang terbuat dari logam dan dihubungkan dengan tali, dan sling stirr up yang terbuat dari tali. Digunakan sebagai alat bantu pada pemanjatan tebing apabila kita menemukan jalur yang sulit untuk di daki (misal : overhang)
o. Chalk Bag (kantong kapur) dan Magnesium
Suatu kantong yang biasanya digunakan untuk menaruh bubuk kapur. Kapur hanya berfungsi untuk membuat tangan tidak basah karena keringat saat memanjat, sehingga cengkraman atau genggaman tangan lebih kuat. Kapur yang sering digunakan adalah kapur magnesium carbonat (MgCO3). yang diikatkan pada bagian belakang pinggang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar